Ruang Pulih dan Harapan bagi Anak-Anak Nagekeo

Mitra: PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam

Industri: Energi (Ketenagalistrikan)

Tujuan

Program Dukungan Psikososial bagi Anak Terdampak Gempa Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, yang dikemas dalam kegiatan “Ruang Pulih”, bertujuan membantu anak-anak terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo kembali bermain, berekspresi, dan belajar, serta merasakan kebahagiaan dan rasa aman setelah melewati masa sulit. Program dilaksanakan di SD Negeri Ameaba melalui aktivitas bermain dan kegiatan kreatif yang ramah anak, sebagai upaya menumbuhkan kembali keceriaan, kreativitas, dan harapan terhadap masa depan.

Tantangan

Gempa bumi tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga psikologis. Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap tekanan dan trauma pascabencana. Tantangan utama yang dijawab oleh program ini adalah:

  • Anak-anak kerap kehilangan rasa aman dan mengalami kecemasan, sehingga proses belajar dan bermain mereka terganggu.
  • Pemulihan psikologis anak perlu mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.
  • Kegiatan harus ramah anak dan memberi kebebasan berekspresi tanpa mengharuskan anak menceritakan pengalaman pribadi maupun pengalaman saat bencana.
  • Peserta berasal dari kelas 1 hingga kelas 6, sehingga aktivitas perlu disesuaikan dengan jenjang kelas, dengan kondisi cuaca panas dan keterbatasan ruang di sekolah.

Solusi

PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, bekerja sama dengan Filantra, melaksanakan program ini pada Selasa, 15 September 2026 (pukul 08.30-11.45 WITA) di SD Negeri Ameaba, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Kegiatan diawali dengan sapaan dan sambutan dari Kepala Sekolah SD Negeri Ameaba, lalu dikemas melalui dua aktivitas utama:

  • Healing Activity permainan kelompok dan aktivitas interaktif di Ruang Pulih, yang mendorong interaksi, kebersamaan, dan partisipasi aktif anak dalam suasana yang santai dan menyenangkan.
  • Expressive Art Mewarnai anak-anak kelas 1 dan 2 mewarnai menggunakan pensil warna sebagai sarana mengekspresikan kreativitas dan imajinasi
  • Expressive Art Pohon Impian anak-anak kelas 3 hingga 6 menuliskan nama, kelas, cita-cita, dan harapan pada sticky note, lalu menempelkannya pada media Pohon Impian.

Di akhir kegiatan, anak-anak menerima hadiah berupa buku, pulpen, pensil, dan balon sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

(Dokumentasi kegiatan mewarnai di SD Negeri Ameaba)

Dampak

  • Program ini membantu menghadirkan ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak gempa, antara lain:
  • 120 anak SD Negeri Ameaba memperoleh ruang yang aman dan menyenangkan untuk kembali bermain, berinteraksi, dan berekspresi.
  • Anak-anak mengikuti permainan kelompok, kegiatan mewarnai, dan Pohon Impian, serta menuangkan cita-cita dan harapan mereka untuk masa depan.
  • Perlengkapan kegiatan disediakan, yaitu 35 buku mewarnai, 20 pensil warna/crayon, 35 notebook, 35 paket alat tulis, 5 pack sticky notes, 1 paket flashcard emosi anak, dan 1 paket alat permainan.
  • Meski berlangsung dalam kondisi panas dan keterbatasan ruang, hampir seluruh peserta mengikuti aktivitas secara aktif dari awal hingga akhir.
  • Anak-anak bebas berkarya dan mengekspresikan diri tanpa harus menceritakan pengalaman pribadi maupun pengalaman saat bencana.
  • Pihak sekolah dan Dinas Sosial Nagekeo menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan bagi pemulihan psikologis anak-anak terdampak.

Relevansi SDGs

SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)

Program mendukung pemulihan kondisi psikologis dan kesejahteraan mental anak-anak terdampak gempa. Melalui Healing Activity dan Ruang Pulih, anak dibantu kembali sehat secara emosional dan menumbuhkan rasa aman serta keceriaan.

SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Melalui kegiatan Expressive Art dan penyediaan perlengkapan belajar, anak difasilitasi untuk tetap belajar, berekspresi, dan mengembangkan potensi diri di lingkungan sekolah pascabencana.

Melalui program ini, PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam bersama Filantra memberikan dukungan nyata bagi pemulihan anak-anak terdampak gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang sehat serta pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua anak