PT Pertamina dan Filantra Sulap 68 Titik Jakarta Menjadi Kawasan Urban Farming Produktif 

PT Pertamina dan Filantra Sulap 68 Titik Jakarta Menjadi Kawasan Urban Farming Produktif 

Mitra : PT Pertamina (Persero) 

Industri : Minyak dan Gas Bumi (Migas) 

Tujuan : Program Bantuan Sarana dan Prasarana Urban Farming ini bertujuan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan masyarakat pra sejahtera melalui penyediaan sistem hidroponik yang produktif, modern, dan ramah lingkungan di berbagai wilayah Jakarta. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan lahan terbatas melalui konsep pertanian urban yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis hasil budidaya tanaman. Melalui implementasi program ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih hijau, produktif, serta mampu mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. 

Tantangan

Dalam pelaksanaan program Bantuan Sarana dan Prasarana Urban Farming Bagi Masyarakat Pra Sejahtera, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan agar implementasi program dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, di antaranya sebagai berikut:

  • Keterbatasan lahan tanam di kawasan padat penduduk yang memerlukan penyesuaian desain dan penempatan instalasi hidroponik.
  • Masih minimnya pengetahuan dan pengalaman masyarakat terkait pengelolaan sistem hidroponik secara mandiri.
  • Perlunya pendampingan dan monitoring berkala agar sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.
  • Proses distribusi dan pemasangan sarana hidroponik di berbagai titik wilayah Jakarta yang memerlukan koordinasi efektif dengan masyarakat dan pihak terkait.
  • Tantangan dalam menjaga konsistensi perawatan tanaman agar hasil panen tetap produktif dan berkualitas.

Solusi

Melalui Program Bantuan Sarana dan Prasarana Urban Farming Bagi Masyarakat Pra Sejahtera, berbagai solusi dihadirkan untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan serta kebutuhan penguatan ketahanan pangan masyarakat perkotaan. Adapun solusi yang diimplementasikan dalam program ini meliputi:

  • Penyaluran bantuan instalasi hidroponik lengkap di 68 titik yang tersebar di enam wilayah administrasi Provinsi DKI Jakarta sebagai sarana pertanian perkotaan yang produktif.
  • Pemanfaatan lahan sempit dan area tidak terpakai di lingkungan masyarakat menjadi ruang hijau yang memiliki nilai manfaat ekonomi dan lingkungan.
  • Pemberian bibit tanaman serta perlengkapan penunjang budidaya hidroponik guna mendukung keberlangsungan proses tanam secara mandiri.
  • Pelaksanaan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sistem hidroponik, perawatan tanaman, serta pemanfaatan hasil panen.
  • Pendekatan implementasi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat guna.
  • Penguatan kolaborasi antara pelaksana program, masyarakat, serta pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan program urban farming di lingkungan penerima manfaat.

Dampak Program : 

Pelaksanaan Program Bantuan Sarana dan Prasarana Urban Farming Bagi Masyarakat Pra Sejahtera memberikan berbagai dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan di wilayah implementasi program. Dampak tersebut di antaranya sebagai berikut:

  • Terciptanya area pertanian perkotaan produktif di 68 titik wilayah DKI Jakarta melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
  • Meningkatnya pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sistem hidroponik secara mandiri melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan.
  • Bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan lokal serta penerapan pertanian modern yang ramah lingkungan.
  • Terbentuknya lingkungan yang lebih hijau, tertata, dan produktif di kawasan permukiman masyarakat.
  • Mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan skala rumah tangga melalui hasil budidaya hidroponik.
  • Terciptanya pusat percontohan urban farming di berbagai wilayah administrasi DKI Jakarta yang dapat menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Relevansi SDGs : 

Program Bantuan Sarana dan Prasarana Urban Farming Bagi Masyarakat Pra Sejahtera memiliki keterkaitan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya sebagai berikut:

  • SDGs 1 – Tanpa Kemiskinan (Zero Poverty)
    Mendukung pemberdayaan masyarakat pra sejahtera melalui pemanfaatan sarana produktif yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
  • SDGs 2 – Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)
    Memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui budidaya sayuran hidroponik yang dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
  • SDGs 11 – Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities)
    Mendorong pemanfaatan lahan terbatas menjadi area hijau produktif yang mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih asri dan berdaya guna.
  • SDGs 13 – Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)
    Mendukung penerapan pertanian ramah lingkungan melalui sistem hidroponik yang lebih efisien dalam penggunaan air dan minim penggunaan bahan kimia.

Di Tengah Kota, Ruang Hijau dan Harapan Mulai Tumbuh

Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan bukan menjadi penghalang untuk menciptakan lingkungan yang produktif dan berdaya guna. Melalui Program Bantuan Sarana dan Prasarana Urban Farming Bagi Masyarakat Pra Sejahtera, dukungan nyata dihadirkan melalui penyediaan instalasi hidroponik di berbagai wilayah DKI Jakarta guna mendukung ketahanan pangan masyarakat sekaligus menghadirkan ruang hijau di tengah padatnya pemukiman.

Program ini menjadi langkah nyata dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan sempit secara lebih optimal melalui pertanian modern yang ramah lingkungan, produktif, dan berkelanjutan. Bersama Filantra, kolaborasi sosial ini diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang lebih hijau, mandiri pangan, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat luas.