Penguatan Kemandirian Pangan Perkotaan melalui Urban Farming Berkelanjutan oleh PT PLN (Persero) UIT JBB bersama Filantra
Mitra : PT PLN (Persero) UIT JBB
Industri : Ketenagalistrikan
Tujuan : Tujuan dari kegiatan pendampingan urban farming ini adalah untuk mendorong peningkatan kesadaran sekaligus kemampuan masyarakat perkotaan dalam memanfaatkan lahan terbatas secara produktif melalui praktik pertanian perkotaan yang berkelanjutan. Melalui implementasi program pemanfaatan FABA Green Sulur yang didukung oleh PT PLN (Persero) UIT JBB, kegiatan ini juga bertujuan menghadirkan alternatif pemanfaatan limbah hasil pembakaran batu bara (FABA) secara tepat guna dalam mendukung kegiatan bercocok tanam. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan ketersediaan pangan lokal, mendorong kemandirian masyarakat, serta menumbuhkan pola hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan di kawasan perkotaan.
Tantangan :
Berdasarkan uraian tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pendampingan urban farming di wilayah perkotaan, antara lain:
- Keterbatasan lahan yang tersedia di kawasan perkotaan sehingga membatasi ruang untuk praktik urban farming secara optimal
- Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai teknik dan konsep dasar pertanian perkotaan yang berkelanjutan
- Minimnya keterampilan praktis masyarakat dalam mengelola urban farming agar produktif dan efisien
- Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian pangan lokal di tengah ketergantungan pada pasokan luar daerah
- Belum terbentuknya kebiasaan atau budaya bercocok tanam di lingkungan perkotaan
- Tantangan dalam mengubah pola pikir masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan
Solusi :
Berdasarkan pelaksanaan program yang telah dilakukan, solusi yang dihadirkan tidak hanya berfokus pada aspek teknis kegiatan, tetapi juga diarahkan pada penguatan keberlanjutan program serta pengembangan kapasitas kelompok secara jangka panjang. Upaya ini dilakukan agar kelompok tani tidak hanya mampu menjalankan kegiatan selama program berlangsung, tetapi juga dapat melanjutkan dan mengembangkan usahanya secara mandiri ke depan. Adapun solusi yang dilakukan meliputi:
- Penguatan sinergi antar pemangku kepentingan agar program berjalan lebih terarah dan berkelanjutan
- Pengembangan kawasan melalui integrasi pertanian dan potensi wisata sebagai nilai tambah
- Penguatan identitas program melalui branding untuk mendukung pengenalan dan jejaring
- Pendampingan intensif agar kelompok mampu menjalankan program secara mandiri
Dampak Program :
Pelaksanaan program ini tidak hanya memberikan dampak pada aspek peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga membawa perubahan pada aspek kelembagaan dan pola pikir kelompok dalam mengembangkan usahanya. Dampak ini menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program dan penguatan peran kelompok tani di masyarakat. Adapun dampak yang dihasilkan meliputi:
- Terbangunnya kerja sama yang lebih solid antara kelompok dan pihak pendukung
- Meningkatnya kepercayaan diri kelompok dalam mengelola dan mengembangkan usaha
- Adanya arah pengembangan usaha yang lebih jelas dan terencana
- Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan program
- Terbukanya peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal
Relevansi SDGs :
- SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Berkaitan dengan peningkatan produktivitas, kemampuan pemasaran, serta peningkatan pendapatan kelompok tani melalui kegiatan pelatihan
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha
Langkah Nyata untuk Kemandirian Pangan Perkotaan

Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, urban farming menjadi salah satu solusi untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat. Melalui Program Pendampingan Kelompok Tani Green Sulur, berbagai kegiatan seperti pembangunan greenhouse, pelatihan, dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani agar lebih produktif dan terarah. Program ini membantu masyarakat tidak hanya dalam aspek teknis pertanian, tetapi juga dalam pengembangan usaha yang memiliki nilai ekonomi.
Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang tepat dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak agar manfaat program seperti ini dapat terus diperluas dan dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Bersama Filantra, mari terus hadirkan langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan yang berdampak dan berkelanjutan.

