Pasar Murah Menjadi Langkah Nyata Memperkuat Ketahanan Pangan Masyarakat

Sep 29, 2026 | Wawasan

Ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan bahan makanan, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat untuk memperoleh pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau. Sebagai sebuah gagasan yang rumit, ketahanan  pangan  mencakup  semua  aspek  sistem  pangan  dan  gizi,  termasuk  produksi, distribusi,  konsumsi,  dan  status  gizi (Salsabela et  al.,  2024). Di tengah perubahan harga kebutuhan pokok yang dapat mempengaruhi daya beli, akses terhadap pangan menjadi salah satu hal penting yang perlu terus diperkuat, terutama bagi masyarakat dengan tingkat pendapatan yang cenderung rendah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian sekaligus menjadi latar belakang pelaksanaan Program Bantuan Paket Sembako dalam Rangka Pasar Murah di Yogyakarta yang dilaksanakan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk bersama Filantra pada 22 Agustus 2026. Program yang berlangsung di Kedai Bahagia Yogya, Tiyosan, Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, program ini menggabungkan dukungan terhadap akses pangan dengan partisipasi masyarakat dalam kegiatan hidup sehat melalui senam bersama. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan dapat dilakukan melalui langkah sederhana yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat.

(Penyerahan Sembako kepada Masyarakat Setempat)

Ketika Akses Pangan Menjadi Bagian dari Kepedulian Sosial

Fluktuasi harga kebutuhan pokok dapat memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat. Bagi rumah tangga berpendapatan rendah, perubahan harga bahan pangan dapat membuat pemenuhan kebutuhan sehari-hari menjadi semakin menantang.

Melalui pasar murah, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk memperoleh sejumlah kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Sebanyak 200 paket sembako disalurkan dalam program ini, dengan setiap paket terdiri atas 6 item, yakni beras 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 liter, susu kental manis kaleng, kopi 150 gram, dan teh celup isi 25.

Paket tersebut dapat diperoleh masyarakat dengan harga Rp50.000, dimana harga tersebut jauh di bawah harga pasar jika dijumlahkan keseluruhan, sehingga membantu mengurangi beban pengeluaran untuk kebutuhan pangan sekaligus memperluas akses terhadap bahan pangan yang dibutuhkan sehari-hari. Pada akhirnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai tersedianya makanan, tetapi juga mengenai sejauh mana masyarakat dapat mengaksesnya dengan kondisi yang terjangkau.

Memastikan Bantuan Tepat Sasaran

Salah satu tantangan dalam pelaksanaan program bantuan adalah memastikan dukungan dapat diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran. Karena itu, program ini menerapkan mekanisme pembagian kupon sebelum kegiatan berlangsung.

Kupon sembako dibagikan kepada masyarakat satu hari sebelum pelaksanaan senam bersama. Selanjutnya, masyarakat penerima kupon mengikuti kegiatan senam sebagai bagian dari rangkaian program sebelum melakukan penukaran kupon dengan paket sembako bersubsidi. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan proses distribusi yang lebih tertib sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan program.

Menariknya, dukungan terhadap ketahanan pangan dalam program ini juga diintegrasikan dengan kegiatan senam bersama dalam rangka Suadesa 2026.

Masyarakat penerima kupon mengikuti kegiatan senam bersama sebelum melakukan penukaran paket sembako. Aktivitas tersebut menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat lebih aktif menjaga kebugaran sekaligus membangun kebersamaan antarwarga dari berbagai dukuh di sekitar lokasi kegiatan.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan dan peningkatan kesadaran terhadap pola hidup sehat dapat berjalan beriringan. Pangan yang terjangkau membantu memenuhi kebutuhan dasar, sementara aktivitas fisik menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup masyarakat.

(Kegiatan Pembagian Bantuan Paket Sembako dalam Rangka Pasar Murah)

Satu Langkah untuk Ketahanan Pangan

Sebanyak 200 paket sembako berhasil disalurkan kepada masyarakat Yogyakarta dalam pelaksanaan program pada 22 Agustus 2026. Setiap paket berisi enam jenis bahan pangan, yang dapat diperoleh masyarakat dengan harga Rp50.000.

Selain jumlah penerima manfaat, perhatian terhadap alokasi sumber daya juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan program. Sebesar 71,5% dana program dialokasikan secara langsung untuk pengadaan paket sembako, sementara alokasi lainnya digunakan untuk mendukung operasional dan pengelolaan kegiatan agar proses penyaluran dapat berjalan secara efektif.

Angka tersebut menunjukkan bahwa fokus utama program diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat melalui pengadaan paket sembako. Sementara itu, dukungan operasional tetap diperlukan agar proses distribusi dan pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung secara tertib dan tepat sasaran.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Akses yang Terjangkau

Ketahanan pangan merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Ketika masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap kebutuhan pangan pokok, mereka memiliki ruang yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga secara layak.

Kegiatan bantuan  pangan  melalui  sembako  merupakan  respons  langsung  terhadap  isu  ini  dan  telah menjadi   model   intervensi   sosial   yang   efektif (Dirgantara et  al.,2025;   Hanif et al., 2024). Program pasar murah menjadi salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan untuk mendukung akses tersebut. Melalui subsidi harga, distribusi yang terarah, serta pelibatan masyarakat dalam kegiatan bersama, program ini berupaya menghadirkan manfaat yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga sosial.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, langkah seperti ini memiliki keterkaitan dengan SDG 2: Zero Hunger, khususnya dalam mendukung akses masyarakat terhadap pangan yang cukup dan terjangkau.

Karena Ketahanan Pangan Dimulai dari Kepedulian

Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya untuk memastikan kebutuhan dasar dapat terus terpenuhi, khususnya bagi kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan daya beli.

Melalui program yang diselenggarakan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk bersama Filantra, program pasar murah di Yogyakarta menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan dukungan nyata terhadap kebutuhan pangan masyarakat. Membangun ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Akses pangan yang lebih terjangkau, distribusi yang tepat sasaran, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan.

Daftar Pustaka

  • Filantra. Dukungan Ketahanan Pangan melalui Program Pasar Murah bagi Masyarakat Yogyakarta. 2026.
  • Salsabela, P., K. Y. Alvito., E. Setiawati., & A. Malik. (2024). Implementasi Kemiskinan dan Stabilitas Pangan     di     Indonesia. Jurnal     Intelek     dan     Cendikiawan     Nusantara,     1(5),     9063–9072.
  • Dirgantara,  F.,  D.  Darmawan.,  R.  K.  Khayru.,  F.  Issalillah.,  R.  Mardikaningsih.,  M.  Hariani.,  R. Hardyansah.,  &  Sulani.  (2025).  Pemberdayaan  Sosial  melalui  Bakti  Sosial  Sembako  Berbasis Partisipatif di Lingkungan Perguruan Tinggi. Z-Covis Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 67–77.
  • Hanif,  F.,  Al-Jihadi,  M.  Z.,  &  Nuha,  Z.  U.  (2024).  Pengabdian  Kepada  Masyarakat  Melalui  Kegiatan Bakti Sosial Dan Bazar Murah Di Dusun Klepu. Efada: Jurnal Pengabdian Masyarakat,1(2), 150-155