Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang kerap datang tanpa disadari. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Karena sering tidak menimbulkan keluhan yang khas, hipertensi dikenal sebagai silent killer atau “pembunuh senyap”.
Seseorang dapat terlihat sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa, sementara tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus perlahan memberikan dampak pada organ vital. Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Karena itu, mengetahui kondisi tekanan darah melalui pemeriksaan rutin menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan.
Ketika Penyakit Tidak Terlihat Menjadi Tantangan Kesehatan
Hipertensi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global. WHO (2023) memperkirakan sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30–79 tahun hidup dengan hipertensi di seluruh dunia. Ironisnya, hampir separuh penderita belum menyadari bahwa mereka mengalami hipertensi. Kondisi yang kerap tidak disadari ini menjadikan hipertensi sebagai salah satu penyebab utama kematian dini, sekaligus menegaskan pentingnya pemeriksaan dan pengendalian tekanan darah secara rutin. Persoalan hipertensi ini juga tidak dapat dilepaskan dari tantangan kesehatan masyarakat perkotaan. Di tengah aktivitas masyarakat yang padat, perubahan pola hidup, serta keterbatasan akses terhadap pemeriksaan kesehatan rutin, penyakit tidak menular dapat berkembang tanpa segera teridentifikasi.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian di Kelurahan Pondok Betung, khususnya di wilayah Camar Residen. Selain hipertensi, masyarakat menghadapi sejumlah persoalan kesehatan lain, seperti gangguan metabolik berupa asam urat dan kolesterol tinggi serta keluhan muskuloskeletal atau nyeri otot.
Wilayah ini juga memiliki proporsi warga lanjut usia yang cukup besar. Kelompok lanjut usia memiliki kebutuhan pemeriksaan kesehatan yang lebih intensif, tetapi akses terhadap layanan pemeriksaan rutin dan gratis masih menjadi tantangan. Pada saat yang sama, perhatian terhadap kesehatan tidak hanya dibutuhkan oleh kelompok lanjut usia. Anak dan balita juga membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang menunjang tumbuh kembang mereka.
Kondisi tersebut menjadi dasar dilaksanakannya program layanan kesehatan di Camar Residen melalui kolaborasi PT Perusahaan Gas Negara bersama Filantra. Program dirancang tidak hanya untuk menemukan masalah kesehatan, tetapi juga meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendorong perilaku hidup sehat.
Mengenali Hipertensi Sebelum Menjadi Komplikasi
Salah satu bagian penting dalam program adalah edukasi kesehatan yang disampaikan oleh dr. Iqbal Afdi Ferdiansyah. Edukasi ini menekankan bahwa tidak adanya gejala bukan berarti tekanan darah seseorang berada dalam kondisi normal. Keluhan seperti sakit kepala, pusing, telinga berdenging, mudah lelah, sesak napas, mimisan, atau penglihatan kabur dapat muncul pada kondisi tertentu. Namun, gejala tersebut tidak spesifik dan tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menentukan seseorang mengalami hipertensi.
Mengacu pada hal tersebut, pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi penting. Masyarakat tidak perlu menunggu munculnya keluhan untuk mengetahui kondisi tekanan darahnya. Pemeriksaan secara berkala dapat membantu menemukan hipertensi lebih awal sehingga seseorang dapat memperoleh edukasi, pemantauan, maupun penanganan sesuai kebutuhan.
Edukasi juga mengajak masyarakat memahami bahwa pengendalian hipertensi membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Aktivitas fisik, mengurangi konsumsi garam, menghindari rokok, menjaga berat badan, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan bagi mereka yang telah mendapatkan pengobatan merupakan bagian dari upaya menjaga tekanan darah tetap terkendali.

(Edukasi Hipertensi oleh dr. Iqbal Afdi Ferdiansyah)
Dari Edukasi hingga Pemeriksaan Kesehatan
Pengetahuan mengenai kesehatan perlu disertai dengan akses terhadap layanan yang memungkinkan masyarakat memeriksa kondisi tubuhnya secara langsung. Karena itu, program di Camar Residen mengintegrasikan edukasi dengan layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan.
Rangkaian layanan dimulai dari registrasi, pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dengan dokter, hingga penyerahan resep obat melalui apoteker bagi warga yang membutuhkan. Masyarakat juga dapat memperoleh pemeriksaan metabolik berupa gula darah, asam urat, dan kolesterol berdasarkan rekomendasi dokter.. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada tekanan darah, tetapi juga membantu mengidentifikasi kondisi lain yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut ke fasilitas kesehatan lanjutan seperti puskesmas.
Program juga menjangkau anak dan balita melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Selain memberikan dukungan terhadap pemenuhan asupan gizi, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengedukasi orang tua mengenai pentingnya makanan bergizi dan seimbang bagi tumbuh kembang anak. Untuk membangun suasana yang lebih partisipatif, layanan kesehatan juga dilengkapi dengan kegiatan jalan sehat, senam bersama, lomba menghias sepeda bagi anak-anak, booth PGN, dan stand kuliner. Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi warga sekaligus mendorong pesan hidup sehat hadir dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.
Menjangkau Warga melalui Layanan Kesehatan
Pelaksanaan program kesehatan di Camar Residen mendapat respons positif dari masyarakat. Secara keseluruhan, program menjangkau 233 warga melalui 273 layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan dan konsultasi hingga layanan pendukung lainnya. Sebagian warga memanfaatkan lebih dari satu layanan sesuai dengan kebutuhan kesehatannya.
Layanan kuratif menjadi salah satu layanan yang paling banyak dimanfaatkan, dengan 106 warga mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan. Pemeriksaan juga diperluas melalui layanan metabolik yang diikuti oleh 77 warga, meliputi pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol. Di sisi lain, perhatian terhadap kesehatan anak tetap menjadi bagian dari program melalui pemberian makanan tambahan kepada 50 anak dan balita, sementara edukasi kesehatan diikuti oleh 40 warga.
Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah kondisi kesehatan yang sebelumnya mungkin belum disadari oleh warga. Terdapat 21 kasus hipertensi, 21 kasus asam urat, 20 kasus kolesterol tinggi, serta 14 kasus nyeri otot atau myalgia. Temuan ini menunjukkan bahwa pemeriksaan sederhana dapat menjadi langkah awal untuk mengenali risiko kesehatan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

(Dokumentasi Pemeriksaan Layanan Kesehatan Terpadu)
Bagi warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk memperoleh arahan pemeriksaan lanjutan maupun rujukan ke puskesmas terdekat. Dengan demikian, layanan yang diberikan tidak berhenti pada pemeriksaan di lokasi, tetapi menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk lebih mengenali dan menjaga kondisi kesehatannya.
Deteksi Dini Dimulai dari Langkah Sederhana
Hipertensi mungkin tidak selalu memberikan tanda yang mudah dikenali, tetapi bukan berarti risikonya dapat diabaikan. Salah satu langkah paling sederhana yang dapat dilakukan adalah memeriksa tekanan darah secara berkala dan menjaga pola hidup sehat. Bagi masyarakat yang telah mendapatkan diagnosis hipertensi, pemeriksaan berkala dan kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan menjadi bagian penting dari pengendalian kondisi tersebut.
Program ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan berbasis masyarakat dapat menjadi pintu masuk untuk mendekatkan pemeriksaan dan edukasi kepada warga. Penyakit yang sebelumnya tidak disadari dapat ditemukan lebih awal, sementara masyarakat mendapatkan pengetahuan untuk mulai mengambil langkah pencegahan.
Bagi Filantra, pengalaman tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam memperluas akses kesehatan masyarakat. Melalui kemitraan dengan perusahaan, lembaga, dan komunitas, program kesehatan dapat dikembangkan tidak hanya sebagai layanan pemeriksaan, tetapi sebagai upaya berkelanjutan untuk membangun masyarakat yang lebih sadar, sehat, dan mampu melakukan deteksi dini terhadap risiko kesehatan.
Daftar Pustaka:
Filantra. (2026). Deteksi dini dan layanan kesehatan terpadu bagi warga Camar Residen, Tangerang Selatan. https://www.filantra.org/id/deteksi-dini-dan-layanan-kesehatan-terpadu-bagi-warga-camar-residen-tangerang-selatan/
Lukitaningtyas, D., & Cahyono, E. A. (2023). Hipertensi: Artikel review. Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 2(2), 100–117.
World Health Organization. (2023). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

