Banyak program CSR masih berhenti pada laporan aktivitas seperti jumlah peserta pelatihan, bantuan tersalurkan, atau jumlah kegiatan yang telah dilakukan. Padahal angka tersebut baru menunjukkan output, belum menjawab pertanyaan yang lebih penting, yaitu apakah program benar-benar menciptakan perubahan dan seberapa besar nilai dampaknya.
SROI (Social Return on Investment) hadir sebagai metode untuk mengukur nilai sosial, ekonomi, serta lingkungan yang dihasilkan dari sebuah investasi program. SROI membantu organisasi memahami hubungan antara biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang tercipta bagi stakeholder.

1. Menentukan ruang lingkup dan mengidentifikasi pemangku kepentingan
Tahap awal dimulai dengan menentukan program yang akan dianalisis, periode pengukuran, serta tujuan analisis. Pada tahap ini juga dilakukan identifikasi stakeholder atau pemangku kepentingan yang terlibat maupun menerima dampak program.
Langkah ini penting karena stakeholder menjadi sumber utama dalam memahami perubahan yang terjadi.
2. Memetakan hasil atau outcomes
Setelah stakeholder teridentifikasi, langkah berikutnya adalah memetakan outcomes atau perubahan yang dialami stakeholder akibat program.
Outcomes dapat berupa peningkatan pendapatan, keterampilan, akses layanan, perubahan perilaku, hingga kualitas hidup yang lebih baik.
Fokus utamanya adalah memahami perubahan nyata yang dihasilkan program.
3. Membuktikan outcomes dan ketersediaannya
Tahap ini dilakukan dengan mengumpulkan data untuk memastikan outcomes benar-benar terjadi.
Proses pembuktian dapat dilakukan melalui survei, wawancara, observasi, diskusi kelompok, maupun data sekunder. Tujuannya agar perubahan yang diidentifikasi memiliki dasar data yang valid.
4. Menetapkan dampak
Tidak semua perubahan sepenuhnya berasal dari program. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyesuaian untuk mengetahui dampak bersih.
Biasanya mempertimbangkan faktor seperti perubahan yang tetap terjadi tanpa program, kontribusi pihak lain, serta kemungkinan penurunan manfaat seiring waktu.
Tahap ini membantu menghasilkan analisis yang lebih realistis.
5. Menghitung nilai SROI
Outcomes yang telah tervalidasi kemudian diterjemahkan ke dalam nilai moneter.
Setelah itu, total manfaat dibandingkan dengan total investasi program untuk menghasilkan rasio SROI.
Contohnya, rasio 1:4 menunjukkan bahwa setiap 1 rupiah investasi menghasilkan 4 rupiah nilai sosial.
6. Pelaporan dan pengintegrasian
Tahap terakhir adalah menyusun laporan hasil analisis beserta insight dan rekomendasi.
Hasil SROI kemudian dapat diintegrasikan ke dalam evaluasi program, pengambilan keputusan, perbaikan strategi, hingga komunikasi dampak kepada stakeholder.
SROI bukan hanya alat ukur, tetapi juga alat belajar untuk membantu organisasi menjalankan program yang lebih efektif, terarah, dan berdampak.

Perhitungan SROI dan IKM dalam Program Kelas Digital MAN 5 Agam binaan PT PLN (Persero) UIP3B Sumatra

