Mitra: Indosat Ooredoo Hutchison
Industri: Telekomunikasi
Tujuan:
Program INDOSAT SIGAP (Siap Tanggap Keadaan Darurat) Bantuan Bencana Gempa Nagekeo dan Sikka di Nusa Tenggara Timur bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi selama masa tanggap darurat. Program ini dilaksanakan melalui penyaluran bantuan pangan, air minum, perlengkapan kebersihan dan kebutuhan bayi, obat-obatan, perlengkapan pengungsian, serta layanan komunikasi gratis, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan korban dan mendukung pemulihan awal pascabencana.
Tantangan:
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 dengan pusat gempa di laut sekitar 38 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan memicu peringatan dini tsunami. Tantangan utama yang dijawab melalui program ini meliputi:
- Banyaknya warga yang mengungsi yaitu sekitar 3.356 jiwa di Kabupaten Sikka (1.356 jiwa di GOR Samador dan sekitar 2.000 jiwa mengungsi mandiri di 10 titik) serta sekitar 500 jiwa di Kabupaten Nagekeo.
- Dampak tsunami di wilayah pesisir Nagekeo, dengan 240 jiwa (80 KK) mengungsi di Marapokot dan 703 jiwa (187 KK) di Anakoli.
- Kerusakan rumah warga yang luas per 24 Agustus 2026. Di Nagekeo 3.218 rumah rusak berat, 1.598 rusak sedang, dan 4.828 rusak ringan sedangkan di Sikka 990 rusak berat, 892 rusak sedang, dan 2.621 rusak ringan.
- Kebutuhan mendesak akan air bersih, logistik pangan, tenda pengungsian, dan alat komunikasi.
- Kebutuhan perlengkapan kebersihan dan bayi, obat-obatan, selimut, dan tikar di posko pengungsian.
- Keterbatasan ketersediaan beberapa jenis logistik di lapangan, sehingga sebagian item yang direncanakan diganti dengan barang yang tersedia.
Solusi:
Indosat Ooredoo Hutchison bekerja sama dengan Filantra melalui Program INDOSAT SIGAP untuk menyalurkan bantuan lewat prosesi serah terima resmi di posko pengungsian:
- Nagekeo, 24 Agustus 2026 (Posko Utama BPBD): 20 paket beras 5 kg, 25 dus mi instan, 25 dus air mineral botol 600 ml, 18 dus biskuit, 5 dus roti, 1 paket obat-obatan, 1 dus pembalut wanita, 2 dus popok bayi, 21 selimut, 21 tikar, 50 kartu SP Indosat/IM3 dan Three, serta 3 unit Hi-Fi.
- Nagekeo, 24 Agustus 2026 (Posko Mandiri Marapokot): 250 paket makanan siap santap, 7 paket beras 10 kg, 5 dus mi instan, 5 dus air mineral, 2 dus biskuit, 2 dus roti, 10 selimut, 4 tikar, serta 50 kartu SP Indosat dan 50 kartu SP Three.
- Sikka, 25 Agustus 2026 (Posko Utama BPBD, Maumere): 200 box makanan siap santap, 30 sak beras 5 kg, 26 dus mi instan, 30 dus air mineral, 15 dus biskuit, 15 dus roti, 2 paket obat-obatan, 1 dus pembalut wanita, 1 dus popok bayi, 30 selimut, 30 tikar, serta 1 paket kartu SP Indosat/IM3 dan Three.
- Penyerahan bantuan didokumentasikan dalam Berita Acara Serah Terima yang ditandatangani pihak BPBD dan koordinator posko.

(Dokumentasi penyerahan bantuan bencana gempa Nagekeo dan Sikka)
Dampak:
Program INDOSAT SIGAP ini membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di Nagekeo dan Sikka selama masa tanggap darurat, antara lain:
- Kebutuhan pangan terbantu melalui 450 paket makanan siap santap serta bahan pokok di tiga titik penyaluran.
- Perlengkapan pengungsian berupa selimut dan tikar tersedia di posko pengungsian di kedua kabupaten.
- Kebutuhan kebersihan, bayi, dan kesehatan dasar terbantu melalui pembalut wanita, popok bayi, dan obat-obatan.
- Layanan komunikasi gratis (kartu SIM dan perangkat Hi-Fi) membantu warga terdampak tetap terhubung.
- Bantuan diterima langsung oleh pemerintah daerah, yaitu BPBD Kabupaten Sikka dan Setda Kabupaten Nagekeo, dan warga serta petugas BPBD menyampaikan apresiasi melalui testimoni.
- Bantuan ini meringankan beban masyarakat di posko pengungsian dan mendukung proses pemulihan awal pascabencana.
Relevansi SDGs:
Program INDOSAT SIGAP berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) berikut:
SDGs 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)
Melalui makanan siap santap, beras, mi instan, biskuit, roti, dan air minum, program ini mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan nutrisi masyarakat terdampak gempa selama masa darurat di tengah keterbatasan akses akibat bencana.
SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being)
Melalui penyediaan air minum, obat-obatan, perlengkapan kebersihan dan kebutuhan pribadi, kebutuhan bayi, serta perlengkapan pendukung kenyamanan di pengungsian, program ini mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.
Bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap kekurangan pangan, layanan kesehatan, dan kebutuhan pokok. Melalui INDOSAT SIGAP, Indosat Ooredoo Hutchison bersama Filantra memberikan dukungan nyata bagi masyarakat terdampak di Nagekeo dan Sikka sebagai upaya bersama mendukung penanganan bencana dan pemulihan.

