Menjaga Harapan Tetap Menyala bagi Penyintas Gempa di Manggarai

Mitra: PT Pertamina New & Renewable Energy

Industri: Energi (Energi Baru dan Terbarukan)

Tujuan

Program Bantuan Bencana Alam Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi selama masa tanggap darurat dan pemulihan awal. Program ini dilaksanakan melalui penyaluran sembako dan logistik pengungsian, mulai dari bahan pangan, air minum, dan kebutuhan bayi hingga perlengkapan tempat tinggal darurat.

Tantangan

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 38 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 km. Gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT dan berdampak pada beberapa kabupaten di Pulau Flores, termasuk Kabupaten Manggarai. Tantangan utama yang dijawab melalui program ini:

  • Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Manggarai per 26 Agustus 2026, 45 orang meninggal dunia di Kabupaten Manggarai, 24 di antaranya di Kecamatan Reok. Sebanyak 59 korban masih mendapat penanganan medis.
  • Terdapatnya pengungsian dalam jumlah yang besar. Hingga 24 Agustus 2026 tercatat 185 posko pengungsian dengan 50.099 jiwa pengungsi di 11 kecamatan, termasuk Kecamatan Reok.
  • Terdapatnya kerusakan fasilitas yang luas. Tercatat 7.132 fasilitas terdampak (sumber: BNPB, Situation Report 26 Agustus 2026).
  • Kebutuhan mendesak akan bahan pangan, air minum, kebutuhan bayi dan anak, perlengkapan tempat tinggal, dan layanan kesehatan. 

Solusi

PT Pertamina New & Renewable Energy bekerja sama dengan Filantra menyalurkan bantuan kemanusiaan di Kantor Desa Watu Baur, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada 23 Agustus 2026 pukul 13.00-14.00 WITA. Bantuan kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak yang berada di lokasi pengungsian.

  • Sembako: 100 paket beras 5 kg, 20 dus minyak goreng 1 liter, 50 dus mi instan, 50 papan telur (@30 butir), 50 kg gula pasir, 10 dus garam 250 gr, dan 100 dus air mineral botol 600 ml.
  • Kebutuhan bayi: 5 karton biskuit bayi, 5 karton susu bayi 400 gr, dan 5 dus popok bayi (renceng).
  • Logistik pengungsian: 1 unit genset 3.000 watt, 3 unit kompor gas, 20 pcs terpal, dan 30 pcs selimut.
  • Penyerahan bantuan didokumentasikan dalam Berita Acara Serah Terima Bantuan.

(Dokumentasi penyerahan bantuan bencana gempa bumi di NTT)

Dampak

Program ini membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di Desa Watu Baur, Kecamatan Reok, antara lain:

  • 722 jiwa menerima manfaat langsung dari penyaluran bantuan.
  • Kebutuhan pangan terbantu melalui sembako serta 100 dus air mineral.
  • Kebutuhan bayi terbantu melalui biskuit bayi, susu bayi, dan popok bayi.
  • Perlengkapan pengungsian berupa terpal, selimut, genset, dan kompor gas mendukung kenyamanan dan kebutuhan harian di lokasi terdampak.
  • Bantuan ini meringankan beban masyarakat terdampak bencana dan mendukung proses pemulihan awal pascabencana. 

Relevansi SDGs

SDGs 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)
Dalam situasi darurat, keterbatasan akses pangan meningkatkan kerentanan masyarakat, terutama bayi dan anak-anak. Melalui beras, mi instan, telur, gula, garam, minyak goreng, serta biskuit dan susu bayi, program ini mendukung ketersediaan pangan dan pemenuhan nutrisi masyarakat terdampak.

SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being)
Melalui air minum, kebutuhan bayi, selimut, terpal, genset, dan kompor gas, program ini membantu masyarakat mempertahankan kondisi kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan selama masa darurat dan pengungsian.

Ketika bencana gempa terjadi, pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat turut menghadapi tantangan, terutama bagi keluarga yang terdampak dan memiliki keterbatasan akses terhadap pangan serta kebutuhan pokok. Melalui program ini, PT Pertamina New & Renewable Energy bersama Filantra menyalurkan dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan bencana dan mendukung proses pemulihan pasca-bencana.