PLN UPDL BOGOR Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana melalui Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat

Okt 30, 2026 | Wawasan

Bersama BPBD Kota Bogor, PLN UPDL Bogor mengasah kesiapan dan koordinasi personel dalam menghadapi potensi bencana guna mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan tanggap.

Bogor, 22 September 2026 – Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) Bogor menyelenggarakan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat bencana pada Selasa (22/9/2026), dengan menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.

Kegiatan diawali dengan sambutan Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) PLN UPDL Bogor, Farieds, serta Manager PLN UPDL Bogor, Ahmad Ridani. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi kebencanaan yang memberikan pemahaman mengenai kesiapsiagaan dan langkah penanganan ketika menghadapi potensi bencana, sebelum peserta mengikuti simulasi tanggap darurat secara langsung.

Team Leader K3L PLN UPDL Bogor, Farieds, menekankan pentingnya kesiapan personel dalam memahami prosedur dan menjalankan peran masing-masing saat menghadapi keadaan darurat.

“Melalui sosialisasi dan simulasi ini, kami ingin membangun kesiapsiagaan yang tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam tindakan nyata. Setiap personel perlu mengetahui apa yang harus dilakukan agar penanganan keadaan darurat dapat berlangsung cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Farieds.

(Sambutan Team Leader K3L PLN UPDL Bogor)

Manager PLN UPDL Bogor, Ahmad Ridani, menegaskan bahwa budaya keselamatan perlu dibangun melalui kesadaran dan kesiapan seluruh personel, bukan hanya melalui pemenuhan prosedur.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan latihan yang terencana dan berkelanjutan, diharapkan setiap personel semakin tanggap dalam mengenali potensi bahaya, mematuhi prosedur, dan mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat,” ungkap Ahmad Ridani.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian sosialisasi dan simulasi kebencanaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai potensi risiko bencana serta memperkuat kesiapan dalam melakukan tindakan pencegahan, evakuasi, dan penanganan awal ketika menghadapi situasi darurat. Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dan respons yang tepat untuk meminimalkan risiko serta melindungi keselamatan jiwa.

(Sosialisasi Tanggap Darurat Bencana oleh BPBD Kota Bogor)

Simulasi mencakup skenario gempa bumi dan kebakaran, mulai dari pembunyian alarm, evakuasi menuju area aman, pelaporan kondisi darurat, hingga penanganan korban. Tim evakuasi bersama regu B3K melakukan pemindahan korban menggunakan tandu dan memberikan pertolongan pertama, sementara regu pemadam menjalankan prosedur pemadaman api. Untuk korban dengan kondisi luka berat, dilakukan simulasi rujukan ke rumah sakit guna memperoleh penanganan medis lanjutan.

(Simulasi Tanggap Darurat Bencana)

Kegiatan ini sejalan dengan upaya penguatan kompetensi dan budaya keselamatan di lingkungan PLN Pusdiklat di bawah kepemimpinan General Manager Y. Endah Cahyaningrum. Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, meningkatkan kesadaran terhadap risiko, serta menjaga keselamatan seluruh personel.

(Foto Bersama seluruh Peserta Simulasi Tanggap Darurat)

Melalui kegiatan ini, PLN UPDL Bogor terus mendorong penerapan budaya Peduli, Taat, Tanggap sebagai landasan dalam setiap aktivitas kerja. Dengan kesiapan, koordinasi, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, seluruh personel diharapkan mampu merespons keadaan darurat secara efektif serta meminimalkan risiko yang dapat mengancam keselamatan jiwa.