Mitra : PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis)
Industri : Ketenagalistrikan
Tujuan :
Program Desa Berdaya Pangalengan merupakan bentuk komitmen nyata PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) dalam menjalankan fungsi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini hadir untuk mengintegrasikan aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi guna menciptakan kemandirian desa.
Melalui program ini, berbagai potensi Desa Pangalengan dikelola dengan pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan pilar kesehatan, lingkungan, dan ekonomi kreatif guna menciptakan dampak sosial yang positif bagi masyarakat.
Tantangan :
Desa Pangalengan memiliki potensi sumber daya alam, potensi budaya, sektor pariwisata, serta modal sosial dan fisik yang besar. Namun, potensi tersebut belum mampu dioptimalkan secara menyeluruh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tantangan yang dihadapi antara lain:
- Isu kesehatan ibu dan anak.
- Pengelolaan sampah yang belum terintegrasi.
- Terbatasnya kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi lokal secara profesional.
- Adanya kesenjangan antara potensi wilayah dengan kualitas hidup masyarakat.
- Perubahan pola pikir masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik dari sumbernya masih membutuhkan waktu dan edukasi yang konsisten.
- Kendala teknis pada mesin pencacah sampah di TPS 3R yang menyebabkan aktivitas pengolahan belum berjalan secara maksimal.
- Perlunya menjaga keberlanjutan kepengurusan TPS 3R agar tetap solid dan aktif menjalankan AD/ART.
Solusi :
Sebagai bentuk komitmen dalam pemberdayaan masyarakat Desa Pangalengan, PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) melaksanakan Program Desa Berdaya Pangalengan melalui beberapa kegiatan, antara lain:
- Melaksanakan Need Assessment dan Pemetaan Sosial (Social Mapping) sebagai dasar pelaksanaan program.
- Melaksanakan Posyandu Berdaya melalui kelas ibu balita, penyediaan sarana prasarana Posyandu, pelatihan kader Posyandu, pemberian seragam kader, dan Lomba Balita Sehat.
- Mengembangkan Bank Sampah dan TPS 3R melalui perbaikan dan rebranding bangunan, sosialisasi sadar lingkungan, serta penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah.
- Menyediakan motor listrik pengangkut sampah full branding PLN Pusharlis.
- Menyediakan mesin pencacah sampah organik dan anorganik untuk mendukung proses pengolahan sampah.
- Melaksanakan edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah kepada masyarakat.
- Mengembangkan pengolahan sampah melalui budidaya magot sebagai bagian dari ekonomi sirkular.
- Melaksanakan pelatihan kewirausahaan/UMKM yang mencakup manajemen usaha, pencatatan keuangan, legalitas usaha, pemasaran online dan offline, serta foto produk.
- Memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).
- Menyediakan sarana pendukung UMKM dan pengelolaan program seperti laptop, printer, serta berbagai perlengkapan lainnya.
- Melaksanakan pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

(Kegiatan Mencacah Sampah)
Dampak :
Pelaksanaan Program Desa Berdaya Pangalengan memberikan dampak pada aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat, di antaranya:
- Sebanyak 458 orang masyarakat Desa Berdaya Pangalengan menjadi penerima manfaat program.
- Meningkatnya kapasitas kader Posyandu melalui rangkaian pelatihan yang dilaksanakan secara bertahap.
- Meningkatnya pemahaman peserta Kelas Ibu Balita berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test. Penguatan sistem pengelolaan sampah melalui Bank Sampah dan TPS 3R.
- Tersedianya sarana pengangkutan dan pengolahan sampah, termasuk motor listrik serta mesin pencacah sampah.
- Masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah.
- Pelaku UMKM memperoleh peningkatan kapasitas dalam pengelolaan usaha, pencatatan keuangan, legalitas, pemasaran, dan foto produk.
- Sebanyak 9 pelaku UMKM berhasil memperoleh dokumen NIB resmi, sementara satu peserta lainnya mendapatkan bantuan teknis untuk proses reregistrasi akun.
- Program mendorong penguatan kemandirian masyarakat melalui integrasi aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.
- Kolaborasi antara PT PLN (Persero) Pusharlis, pemerintah desa, instansi terkait, dan masyarakat memperkuat pelaksanaan pemberdayaan secara berkelanjutan.

(Pelatihan Kewirausahaan)
Relevansi SDGs
Program Desa Berdaya Pangalengan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya:
SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)
Melalui pilar Posyandu Berdaya, program mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan sarana prasarana kesehatan, pelatihan kader Posyandu, serta kegiatan Kelas Ibu Balita dan Lomba Balita Sehat.
SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)
Melalui pelatihan kewirausahaan, program mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui penguatan manajemen usaha, legalitas, pemasaran, dan pengembangan kemampuan usaha masyarakat.
SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production)
Melalui Bank Sampah dan TPS 3R, program mendorong pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi serta pemanfaatan sampah melalui berbagai kegiatan pengolahan dan ekonomi sirkular.
SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)
Program mendukung upaya penanganan perubahan iklim melalui pengelolaan lingkungan dan penerapan sarana yang mendukung pengelolaan sampah secara lebih ramah lingkungan.
SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Program dilaksanakan melalui kolaborasi antara PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis), perangkat desa, tokoh masyarakat lokal, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem Desa Pangalengan.
Program Desa Berdaya Pangalengan merupakan langkah strategis PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) dalam mengintegrasikan aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi untuk menciptakan kemandirian desa. Melalui penyediaan sarana prasarana, peningkatan kapasitas masyarakat, pengelolaan lingkungan, serta pendampingan pelaku UMKM, program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem desa yang mandiri, mereduksi permasalahan lingkungan, serta menjamin keberlangsungan aset ekonomi lokal secara jangka panjang.

