Menjaga Akses Pangan dan Air Bersih bagi Penyintas Banjir Sumatra Melalui Kolaborasi Filantra dan Indosat Ooredoo Hutchison dalam Respons Tanggap Darurat

Menjaga Akses Pangan dan Air Bersih bagi Penyintas Banjir Sumatra Melalui Kolaborasi Filantra dan Indosat Ooredoo Hutchison dalam Respons Tanggap Darurat

Mitra : Indosat Ooredoo Hutchison,

Industri : Telekomunikasi dan Layanan Digital

Tujuan : Program INDOSAT SIGAP bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat, menyediakan akses air bersih di lokasi-lokasi prioritas, serta membantu menjaga ketahanan dasar penyintas di tengah kondisi darurat yang berlangsung.

Kegiatan dilaksanakan melalui:

  • Pengoperasian dapur umum di delapan titik lokasi terdampak
  • Penyaluran air bersih di empat wilayah dengan keterbatasan akses air layak konsumsi
  • Pelibatan PIC lapangan dan relawan lokal dalam proses operasional, distribusi, serta koordinasi dengan masyarakat setempat

Pendekatan ini memungkinkan bantuan disalurkan secara langsung dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing lokasi.

Periode Pelaksanaan, Wilayah, dan Skala Bantuan

Program dilaksanakan pada periode 18 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026, dengan durasi yang berbeda di setiap lokasi menyesuaikan kondisi dan tingkat kebutuhan masyarakat terdampak. Secara keseluruhan, kegiatan menjangkau delapan titik dapur umum lintas kabupaten di tiga provinsi, serta penyaluran air bersih di empat titik wilayah prioritas.

Selama periode pelaksanaan, program berhasil menyalurkan:

  • 24.880 porsi makanan siap saji
  • 64.000 liter air bersih

Beberapa wilayah dengan dampak banjir yang berlangsung cukup lama, seperti Aceh Tamiang dan Pidie Jaya, menerima distribusi dengan durasi dan volume yang lebih besar sesuai kebutuhan lapangan.

Pendekatan Pelaksanaan dan Adaptasi Lapangan

Pelaksanaan program dilakukan dengan pendekatan respons cepat dan adaptif, menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah terdampak. Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga pelaksanaan dapur umum dan distribusi bantuan dilakukan secara fleksibel dengan tetap mengedepankan koordinasi dan akuntabilitas.

Kegiatan di lapangan didukung oleh PIC lokasi dan relawan lokal yang berperan penting dalam memastikan proses memasak, distribusi, serta penyesuaian teknis berjalan dengan baik di tengah keterbatasan kondisi darurat.

Tantangan Pelaksanaan Kegiatan

Dalam pelaksanaannya, Program INDOSAT SIGAP menghadapi sejumlah tantangan yang dipengaruhi oleh kondisi lapangan yang dinamis. Beberapa tantangan yang tercatat selama kegiatan antara lain:

  • Keterbatasan akses menuju lokasi terdampak, terutama akibat genangan banjir dan kondisi geografis
  • Keterbatasan air bersih di beberapa wilayah yang memengaruhi operasional dapur umum
  • Kondisi dapur yang tidak memungkinkan, seperti area berlumpur atau tidak aman untuk memasak
  • Sebaran pengungsi yang tidak terpusat, sehingga distribusi bantuan harus dilakukan ke beberapa titik
  • Risiko bencana lanjutan, seperti longsor di wilayah tertentu

Menghadapi tantangan tersebut, tim melakukan berbagai penyesuaian operasional, seperti relokasi lokasi memasak ke area yang lebih aman, pengaturan ulang rute distribusi, penyesuaian metode logistik, serta koordinasi dengan relawan lokal dan pihak setempat agar bantuan tetap dapat disalurkan secara aman dan tepat sasaran.

Dampak Kegiatan bagi Masyarakat

Melalui penyediaan makanan siap saji dan air bersih, Program INDOSAT SIGAP berkontribusi dalam mengurangi kerentanan masyarakat terdampak serta membantu penyintas memenuhi kebutuhan dasar pada fase paling kritis pasca bencana. Kehadiran dapur umum di sejumlah lokasi membantu masyarakat bertahan selama masa darurat, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses pangan dan air bersih.

Kolaborasi antara mitra perusahaan, Filantra, PIC lapangan, dan relawan lokal juga memperkuat respons tanggap darurat berbasis kolaborasi, sehingga bantuan dapat disalurkan secara lebih efektif sesuai kebutuhan masyarakat.

Relevansi SDGs

Pelaksanaan Program INDOSAT SIGAP selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Program ini selaras dengan:

  • SDG 2 – Tanpa Kelaparan, melalui penyediaan makanan siap saji bagi masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat
  • SDG 6 – Air Bersih dan Sanitasi Layak, melalui penyaluran air bersih di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air layak konsumsi

Keselarasan ini mencerminkan kontribusi program dalam membantu masyarakat bertahan pada situasi darurat melalui pemenuhan kebutuhan dasar yang mendesak.

Kolaborasi untuk Respons dan Pemulihan

 
“Penyaluran makanan siap saji dan air bersih bagi penyintas banjir di Sumatra melalui Program INDOSAT SIGAP.”
Sumber: Filantra

Pelaksanaan Program INDOSAT SIGAP menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak memiliki peran penting dalam memastikan respons tanggap darurat dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Melalui dukungan mitra perusahaan, pelaksanaan program dapur umum dan penyaluran air bersih dapat menjangkau masyarakat terdampak pada fase paling kritis.

Filantra mendorong kolaborasi bersama mitra perusahaan dan pemangku kepentingan untuk memperkuat respons kemanusiaan serta mendukung pengembangan inisiatif lanjutan pada fase pemulihan, agar dampak program dapat berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan masyarakat terdampak.