Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat untuk Membangun Ekonomi Pesisir yang Berkelanjutan di Muara Angke melalui Budidaya Ikan Lele

Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat untuk Membangun Ekonomi Pesisir yang Berkelanjutan di Muara Angke melalui Budidaya Ikan Lele

Mitra  : PT Pertamina Nusantara Regas
Industri : Energi

Tujuan      : 

Program Muara Angke Budidaya Lele (Muke Bule) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir Muara Angke melalui pengembangan usaha budidaya ikan lele yang dilaksanakan secara terarah, terukur, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat. Program ini dirancang sebagai upaya strategis untuk menyediakan alternatif mata pencaharian yang lebih stabil di tengah menurunnya hasil perikanan tangkap dan tingginya ketergantungan masyarakat pada sektor perikanan tradisional yang semakin tidak pasti akibat perubahan lingkungan dan cuaca.

Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan budidaya ikan lele, mencakup aspek teknis, manajerial, hingga pemasaran hasil panen. Selain mendorong peningkatan pendapatan, program ini juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan pihak swasta, khususnya PT Nusantara Regas, dalam mendukung pembangunan sosial-ekonomi berbasis perikanan budidaya yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Tantangan Pelaksanaan Program

Dalam pelaksanaannya, Program Muara Angke Budidaya Lele (Muke Bule) menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dikelola secara bertahap agar program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Tantangan tersebut antara lain:

  • Keterbatasan sarana dan infrastruktur budidaya
    Sebelum program berjalan, masyarakat masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendukung seperti keramba, pagar pengaman dermaga, dan perlengkapan budidaya, yang berdampak pada efektivitas proses pemeliharaan ikan lele.
  • Variasi tingkat pengetahuan dan keterampilan pembudidaya
    Tidak seluruh anggota masyarakat memiliki pemahaman teknis yang memadai terkait budidaya lele, mulai dari pengelolaan kolam, pemberian pakan, hingga pengendalian kualitas air, sehingga diperlukan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan.
  • Kebutuhan pendampingan berkelanjutan dalam pengelolaan usaha
    Selain aspek teknis, masyarakat masih memerlukan penguatan dalam manajemen usaha, pencatatan, serta perencanaan pengembangan budidaya agar kegiatan tidak berhenti pada tahap produksi semata.
  • Penguatan kapasitas kelembagaan kelompok
    Kelompok masyarakat, termasuk Karang Taruna, masih dalam proses membangun sistem tata kelola dan kerja sama yang solid agar mampu mengelola usaha budidaya secara mandiri dan profesional.

Solusi 

Menjawab berbagai tantangan dalam pengembangan ekonomi masyarakat pesisir, Program Muara Angke Budidaya Lele (Muke Bule) dirancang sebagai solusi terpadu yang tidak hanya menyasar aspek teknis produksi, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan masyarakat. Solusi program dilaksanakan melalui pendekatan terintegrasi sebagai berikut:

  • Penyediaan sarana dan infrastruktur budidaya yang memadai
    Program menyediakan tambak ikan, 4.000 bibit ikan lele, pakan ikan, pagar pengaman dermaga, perbaikan akses dermaga, mesin pembuatan pakan, serta bahan baku pakan untuk mengatasi keterbatasan fasilitas budidaya dan mendukung proses produksi yang lebih efektif dan berstandar.
  • Peningkatan kapasitas teknis dan kualitas budidaya
    Untuk memastikan hasil budidaya yang aman dan berkualitas, program melaksanakan uji laboratorium ikan lele (Salmonella dan E. coli), pelatihan pembuatan pakan mandiri, serta pengembangan SDM produksi pakan ikan guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha.
  • Penguatan aspek pemasaran dan layanan usaha
    Program membekali masyarakat dengan pelatihan e-commerce untuk memperluas jangkauan pemasaran hasil budidaya, serta pelatihan etika dan pelayanan (manner) bagi penjaga toko ikan offline agar usaha yang dijalankan memiliki daya saing dan nilai tambah.
  • Pendampingan perencanaan dan pengembangan usaha
    Melalui Forum Group Discussion (FGD), masyarakat didampingi dalam penyusunan rencana aksi (action plan) pengembangan usaha budidaya lele agar kegiatan berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan.
  • Penguatan kelembagaan dan tata kelola kelompok
    Program mendorong keberlanjutan usaha melalui advokasi legalitas kelembagaan, termasuk pembentukan koperasi, pembukaan rekening operasional, serta pengurusan sertifikasi Halal MUI dan CBIB, yang diperkuat dengan pelatihan tata kelola, administrasi, dan sistem manajemen kelompok.

Dampak Program

Pelaksanaan Program Muara Angke Budidaya Lele (Muke Bule) memberikan dampak positif yang dirasakan secara bertahap oleh masyarakat pesisir Muara Angke, baik dari sisi ekonomi, kapasitas sumber daya manusia, maupun penguatan kelembagaan. Dampak program antara lain:

  • Meningkatnya kapasitas dan keterampilan masyarakat
    Masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai teknik budidaya ikan lele, pengelolaan pakan, kualitas air, hingga proses panen, sehingga kegiatan budidaya dapat dijalankan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
  • Terbukanya peluang peningkatan pendapatan masyarakat
    Usaha budidaya lele menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang usaha baru yang lebih stabil dibandingkan ketergantungan pada perikanan tangkap.
  • Meningkatnya kemandirian ekonomi masyarakat pesisir
    Dengan adanya alternatif usaha berbasis budidaya, masyarakat mulai mengurangi ketergantungan pada sektor perikanan tangkap dan memiliki opsi mata pencaharian yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan dan cuaca.
  • Terbentuknya tata kelola usaha dan kelembagaan yang lebih kuat
    Penguatan kelembagaan melalui pembentukan koperasi, legalitas usaha, dan peningkatan kapasitas manajemen mendorong kelompok masyarakat untuk mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.
  • Meningkatnya daya saing dan keberlanjutan usaha budidaya
    Dukungan pelatihan pemasaran, layanan usaha, serta perencanaan pengembangan membantu hasil budidaya memiliki nilai tambah dan peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

Program Muara Angke Budidaya Lele (Muke Bule) selaras dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai berikut:

  • SDGs 1: Tanpa Kemiskinan
    Program ini membantu meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan usaha budidaya lele sebagai alternatif mata pencaharian yang berkelanjutan.
  • SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
    Melalui peningkatan keterampilan, pendampingan usaha, dan pembukaan peluang kerja di sektor perikanan budidaya, program ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan produktif.
  • SDGs 14: Ekosistem Lautan
    Dengan mendorong peralihan dari perikanan tangkap ke perikanan budidaya, program ini berkontribusi pada upaya pengurangan tekanan terhadap sumber daya laut serta mendukung pengelolaan ekosistem perairan yang lebih berkelanjutan.

Ketika Pemberdayaan Menjadi Investasi Sosial

Program Muara Angke Budidaya Lele (Muke Bule) merupakan wujud kolaborasi antara Filantra dan PT Nusantara Regas dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas, program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas budidaya, tetapi juga membangun kapasitas sumber daya manusia, kemandirian kelompok, serta ketahanan ekonomi masyarakat Muara Angke.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen Filantra dan PT Nusantara Regas dalam menghadirkan program sosial yang terarah, terukur, dan berdampak nyata. Ke depan, Filantra terus membuka peluang kolaborasi bagi mitra strategis untuk bersama-sama mengembangkan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang relevan, berkelanjutan, dan mampu menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan.