Memulihkan Ekosistem dan Menjaga Sumber Mata Air Pangalengan

Mitra : PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis)

Industri : Ketenagalistrikan

Tujuan :
Program Penanaman Pohon bertujuan mendukung pemulihan ekosistem di kawasan mata air strategis Ciwidara Asri, Desa Pangalengan, Kabupaten Bandung. Melalui penanaman 1.105 bibit pohon Mahoni dan Tabebuya, program ini diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan resapan air, mengurangi risiko bencana ekologis, menjaga ketersediaan air bersih, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim.

Tantangan :
Kondisi lingkungan di kawasan Pangalengan masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan upaya konservasi secara berkelanjutan, di antaranya:

  • Menurunnya kualitas tutupan lahan yang berdampak pada berkurangnya fungsi kawasan resapan air.
  • Meningkatnya risiko bencana ekologis seperti longsor dan kekeringan akibat degradasi lingkungan.
  • Ancaman perubahan iklim yang memengaruhi keseimbangan ekosistem pegunungan.
  • Berkurangnya debit mata air yang berpotensi mengganggu ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
  • Perlunya rehabilitasi lahan kritis melalui kegiatan penghijauan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
  • Masih perlunya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Solusi :
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, PT PLN (Persero) Pusharlis melaksanakan Program Penanaman Pohon melalui berbagai kegiatan, antara lain:

  • Menanam 1.105 bibit pohon Mahoni dan Tabebuya di kawasan mata air strategis Ciwidara Asri.
  • Menyediakan sarana dan prasarana pendukung penanaman, mulai dari bibit, pupuk kandang, hingga peralatan kerja bagi relawan.
  • Melibatkan sekitar 100 penggiat lingkungan serta berbagai pemangku kepentingan dalam kegiatan penanaman.
  • Melaksanakan penanaman secara bertahap agar proses rehabilitasi lahan berjalan lebih optimal.
  • Melakukan pendampingan dan perawatan pascatanam untuk memastikan tingkat keberhasilan pertumbuhan pohon.
  • Membangun kolaborasi antara perusahaan, komunitas Tapak Tiara, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan resapan air.
    (Penanaman Bibit Pohon di Kawasan Mata Air Strategis Ciwidara Asri)

(Penanaman Pohon)

Dampak :
Pelaksanaan Program Penanaman Pohon memberikan manfaat nyata bagi upaya konservasi lingkungan dan masyarakat sekitar, di antaranya:

  • Sebanyak 1.105 bibit pohon Mahoni dan Tabebuya berhasil ditanam di kawasan mata air strategis Desa Pangalengan.
  • Hasil pemantauan menunjukkan 1.050 pohon tumbuh dengan baik atau mencapai tingkat kelangsungan hidup (survival rate) sebesar 95%, melampaui target awal program.
  • Kawasan resapan air semakin terlindungi sehingga mendukung keberlanjutan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
  • Penguatan tutupan vegetasi membantu meningkatkan stabilitas tanah serta mengurangi risiko longsor dan degradasi lahan.
  • Kolaborasi antara PT PLN (Persero) Pusharlis, Komunitas Tapak Tiara, pemerintah daerah, dan masyarakat memperkuat upaya pelestarian lingkungan berbasis partisipasi.
  • Program turut meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya rehabilitasi lahan dan konservasi sumber daya alam untuk keberlanjutan lingkungan.
    (Proses Pendampingan dan Perawatan Pohon)

Relevansi SDGs

Program Penanaman Pohon berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation)

Melalui rehabilitasi kawasan mata air strategis, program ini membantu menjaga ketersediaan dan kualitas sumber air bersih bagi masyarakat sekaligus memperkuat fungsi daerah resapan air sebagai bagian dari ketahanan lingkungan.

SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)

Penanaman pohon menjadi langkah nyata dalam mendukung mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan tutupan vegetasi, penyerapan karbon, serta pengurangan risiko bencana ekologis di wilayah pegunungan.

SDGs 15: Ekosistem Darat (Life on Land)

Program ini berkontribusi pada pemulihan lahan kritis, perlindungan keanekaragaman hayati, serta penguatan fungsi ekosistem daratan agar tetap lestari dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kelestarian lingkungan merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Melalui Program Penanaman Pohon, PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) bersama Komunitas Tapak Tiara menghadirkan aksi nyata rehabilitasi kawasan resapan air yang tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga memastikan keberlanjutan melalui pendampingan dan perawatan pascatanam. Kolaborasi ini menjadi langkah bersama dalam menjaga sumber daya alam, memperkuat ketahanan lingkungan, dan menciptakan manfaat ekologis yang berkelanjutan bagi masyarakat Pangalengan.