Upaya Kolaboratif Filantra dan BDx Data Centers Indonesia dalam Mendukung Akses Pangan dan Air Bersih bagi Penyintas Banjir di Sumatra

Upaya Kolaboratif Filantra dan BDx Data Centers Indonesia dalam Mendukung Akses Pangan dan Air Bersih bagi Penyintas Banjir di Sumatra

Mitra  : BDx Data Centers Indonesia
Industri : Infrastruktur Pusat Data

Latar Belakang Program : 

Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra berdampak pada terganggunya akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar, khususnya Distribusi air bersih. Pada fase tanggap darurat, keterbatasan logistik serta kondisi lingkungan yang tidak mendukung meningkatkan kerentanan masyarakat terdampak.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, Filantra bersama BDx Data Centers Indonesia melaksanakan program tanggap darurat yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan langsung selama masa darurat dengan pendekatan yang adaptif terhadap dinamika lapangan di setiap wilayah.

Tujuan dan Sasaran Program : 

Program ini bertujuan untuk memastikan masyarakat terdampak banjir tetap memiliki akses terhadap pangan dan air bersih selama masa tanggap darurat berlangsung. Selain itu, program juga diarahkan untuk membantu menjaga ketahanan dasar penyintas di tengah kondisi darurat, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses logistik dan sumber daya.

Sasaran program mencakup masyarakat terdampak banjir di sejumlah kabupaten lintas provinsi di Sumatra, dengan prioritas pada wilayah yang mengalami dampak berkepanjangan dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.

Rangkaian dan Bentuk Kegiatan : 

Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa bentuk kegiatan utama yang saling terintegrasi, antara lain:

  • Penyaluran air bersih di empat wilayah dengan keterbatasan akses air layak konsumsi
  • Pelibatan PIC lapangan serta relawan lokal dalam proses operasional dapur, distribusi bantuan, dan koordinasi dengan masyarakat setempat

Pendekatan ini memungkinkan bantuan disalurkan secara langsung dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi di masing-masing lokasi terdampak.

Periode Pelaksanaan, Wilayah, dan Skala Program : 

Program dilaksanakan pada periode 18 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026, dengan durasi pelaksanaan yang berbeda di setiap lokasi menyesuaikan tingkat dampak banjir dan kebutuhan masyarakat setempat.

Secara keseluruhan, kegiatan menjangkau:

  • Empat titik penyaluran air bersih di wilayah prioritas dan selama periode pelaksanaan, program berhasil menyalurkan 64.000 liter air bersih

Beberapa wilayah dengan dampak banjir yang berlangsung lebih lama, seperti Aceh Tamiang dan Pidie Jaya, menerima dukungan dengan durasi dan volume yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.

Pendekatan Implementasi dan Dinamika Lapangan : 

Pelaksanaan program dilakukan dengan pendekatan respons cepat dan adaptif, mengingat kondisi lapangan yang dinamis serta perbedaan karakteristik di setiap wilayah terdampak. Operasional distribusi air bersih dilaksanakan secara fleksibel dengan tetap mengedepankan koordinasi, keselamatan, dan akuntabilitas.

PIC lokasi dan relawan lokal memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari proses memasak, distribusi bantuan, hingga penyesuaian teknis di lapangan agar kegiatan tetap berjalan di tengah keterbatasan kondisi darurat.

Tantangan dalam Pelaksanaan Program : 

Dalam pelaksanaannya, penyaluran air bersih tidak terlepas dari berbagai kendala yang muncul akibat kondisi geografis serta dinamika situasi darurat di lapangan. Tantangan-tantangan ini memengaruhi proses distribusi dan menuntut penyesuaian agar bantuan tetap dapat menjangkau masyarakat terdampak secara optimal, antara lain:

  • Akses menuju lokasi terdampak yang terbatas, terutama akibat genangan banjir yang belum surut dan kondisi jalan yang rusak, sehingga kendaraan pengangkut air tidak dapat menjangkau beberapa wilayah secara langsung.
  • Keterbatasan sumber air layak konsumsi di lokasi terdampak, yang mengharuskan air didatangkan dari titik yang lebih jauh dan memerlukan pengaturan logistik tambahan.
  • Sebaran masyarakat terdampak yang tidak terpusat, dengan pengungsi berada di beberapa titik dan sebagian masih bertahan di sekitar permukiman, sehingga distribusi air bersih perlu dilakukan ke banyak lokasi.
  • Perubahan kondisi lapangan yang cepat, termasuk naik-turunnya debit air dan cuaca yang tidak menentu, yang memengaruhi jadwal serta volume distribusi air bersih.
  • Potensi risiko bencana lanjutan, seperti ancaman longsor di wilayah tertentu, yang mengharuskan penyesuaian rute dan pengamanan tambahan selama proses distribusi.

Dampak Program bagi Masyarakat

Penyediaan air bersih melalui program ini membantu masyarakat terdampak dalam memenuhi kebutuhan dasar pada fase paling kritis pasca bencana, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses air layak konsumsi. Dukungan ini berperan penting dalam menjaga ketahanan dasar penyintas selama masa tanggap darurat.

Kolaborasi antara Filantra, BDx Data Centers Indonesia, PIC lapangan, dan relawan lokal turut memperkuat respons tanggap darurat berbasis kolaborasi, sehingga penyaluran air bersih dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.

Keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Pelaksanaan program ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:

  • SDG 6 – Air Bersih dan Sanitasi Layak, melalui penyaluran air bersih di wilayah dengan keterbatasan akses air layak konsumsi

Keselarasan ini mencerminkan kontribusi program dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dalam situasi darurat.

Kolaborasi untuk Respons dan Pemulihan

Penyaluran air bersih bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatra melalui kolaborasi Filantra dan BDx Data Centers Indonesia pada fase tanggap darurat.
Sumber: Filantra

Pelaksanaan program ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak memiliki peran penting dalam memastikan respons tanggap darurat berjalan secara efektif dan relevan dengan kebutuhan lapangan. Dukungan dari mitra perusahaan memungkinkan pelaksanaan dapur umum dan distribusi air bersih menjangkau masyarakat terdampak pada fase paling krusial.

Filantra mendorong kolaborasi bersama mitra perusahaan dan pemangku kepentingan untuk memperkuat respons kemanusiaan serta mendukung pengembangan inisiatif lanjutan pada fase pemulihan, agar dukungan terhadap masyarakat terdampak dapat berjalan secara bertahap dan terarah.