Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa melalui Pendampingan dan Kolaborasi Berkelanjutan
Mitra: PT Samudera Indonesia
Industri : Pelayaran
Tujuan : Program Kampung Bina Samudera Cisewu Tahun Ke-2 berfokus pada penguatan kelembagaan dan keberlanjutan usaha produsen serta petani gula aren di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Program ini dilaksanakan melalui pendampingan berkelanjutan yang melibatkan pemangku kepentingan lokal, khususnya Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut. Tahun kedua implementasi menitikberatkan pada beberapa pilar utama, yaitu:
- Penguatan kelembagaan melalui pembentukan dan pendampingan koperasi sebagai wadah usaha bersama.
- Peningkatan kapasitas usaha anggota koperasi, termasuk pengelolaan administrasi, keuangan, dan skala usaha.
- Pengembangan dan diversifikasi produk gula aren agar memiliki nilai tambah dan daya saing.
- Penguatan pemasaran produk, mencakup pemasaran digital, partisipasi dalam pameran, serta pengembangan jaringan reseller dan dropshipper.
Capaian dan Dampak Kegiatan :
Capaian dan Dampak Program Kampung Bina Samudera Cisewu Tahun Ke-2 :
- Manfaat dan Peserta Program
Program menjangkau 25 penerima manfaat, terdiri dari petani gula aren eksisting dan baru serta produsen gula. Program ini berfokus pada pendampingan berkelanjutan selama 12 bulan, termasuk pelatihan pengelolaan koperasi, administrasi usaha, pengolahan gula aren cair, dan presentasi bisnis bersama pihak kelurahan. - Peningkatan Produksi dan Laba
Produksi gula aren meningkat signifikan, dari 23.850 kg (2023) menjadi 156.180 kg (2025). Laba bersih pengepul meningkat hampir 4 kali lipat, sementara laba petani naik ±374,8% secara kumulatif. Peningkatan ini menandakan usaha semakin stabil, berkembang, dan berdampak nyata terhadap pendapatan masyarakat. - Penguatan Kelembagaan dan Kapasitas Usaha
Pembentukan dan pendampingan koperasi membantu pengelolaan administrasi, keuangan, dan kantor koperasi sebagai pusat kegiatan. Pelatihan dan pendampingan juga memperkuat kapasitas anggota dalam skala usaha, diversifikasi produk gula aren, dan strategi pemasaran, termasuk keikutsertaan dalam pameran dan pembangunan jaringan reseller. - Dampak Kemandirian dan Keberlanjutan
Dengan meningkatnya produksi, pendapatan, dan kapasitas pengelolaan usaha, program mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan keberlanjutan usaha gula aren, sekaligus memperluas partisipasi petani baru dalam rantai usaha lokal.
Tantangan : Dalam pelaksanaan Program Kampung Bina Samudera Cisewu Tahun Ke-2, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Tingkat kapasitas dan pengalaman penerima manfaat yang berbeda membuat sebagian petani dan produsen baru membutuhkan pendampingan lebih intensif dalam pengelolaan koperasi, administrasi usaha, dan pengolahan gula aren cair. Keterbatasan sarana produksi dan fasilitas pendukung juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Selain itu, koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal seperti Dinas Koperasi, UKM, dan pihak kelurahan terkadang menuntut penyesuaian jadwal agar kegiatan pelatihan dan pendampingan dapat berjalan lancar. Tantangan lain adalah memperkuat pemasaran dan akses pasar produk, serta memastikan konsistensi partisipasi petani baru dalam setiap tahap program.
Solusi Kegiatan :
Berdasarkan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan serta capaian dan dampak yang dihasilkan, Program Kampung Bina Samudera Cisewu Tahun Ke-2 dirancang untuk menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi petani serta koperasi gula aren. Solusi kegiatan disusun secara terarah melalui pendekatan pendampingan, peningkatan kapasitas, dan penguatan kelembagaan usaha, guna memastikan keberlanjutan program serta peningkatan kesejahteraan petani aren secara berkelanjutan
- Pendampingan kelembagaan koperasi secara berkelanjutan
Dilakukan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan petani dan koperasi agar mampu dikelola secara lebih tertib, transparan, dan akuntabel, sehingga kepercayaan anggota terhadap koperasi semakin kuat. - Pelatihan dan pendampingan pengelolaan koperasi
Diberikan sebagai solusi atas kebutuhan peningkatan pemahaman pengelolaan organisasi, administrasi, dan tata kelola koperasi agar operasional koperasi berjalan lebih efektif dan profesional. - Penguatan infrastruktur koperasi
Dilaksanakan untuk meningkatkan efisiensi operasional koperasi, mendukung kelancaran aktivitas usaha, serta menjadi pusat kegiatan ekonomi anggota. - Pengembangan produk gula aren cair
Menjadi solusi untuk meningkatkan nilai tambah usaha melalui diversifikasi produk, sehingga petani dan pengepul tidak hanya bergantung pada satu jenis produk. - Pelatihan pemasaran dan partisipasi pameran
Dilakukan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan volume penjualan, serta memperkuat posisi tawar produk koperasi dan anggota di pasar. - Pendampingan produksi dan pemasaran secara intensif
Dijalankan selama 12 bulan sebagai solusi untuk menjaga konsistensi peningkatan produksi, pemasaran, dan pendapatan petani serta pengepul secara berkelanjutan. - Optimalisasi sumber daya (dana, SDM, tenaga, dan waktu)
Dimanfaatkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan efektif dan memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesejahteraan petani aren.
Relevansi SDGs :
- SDGs 1 – Tanpa Kemiskinan (No Poverty)
Program Kampung Bina Samudera Cisewu Tahun Ke-2 relevan dengan SDGs 1 yang bertujuan mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di mana pun. Program berkontribusi pada upaya pengurangan kemiskinan melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan koperasi, serta perluasan akses pemasaran mendorong peningkatan pendapatan petani aren dan produsen gula aren secara bertahap dan berkelanjutan. - SDGs 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)
Program ini sejalan dengan SDGs 8 yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta penciptaan pekerjaan layak. Pembentukan dan pengelolaan koperasi menciptakan ekosistem kerja kolektif yang lebih terorganisir, profesional, dan berkelanjutan. Pelatihan pengelolaan usaha, pemasaran, serta pengembangan produk berbasis aren turut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan penguatan UMKM desa. - SDGs 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production)
Program Kampung Bina Samudera Cisewu mendukung pencapaian SDGs 12 dengan mendorong praktik produksi yang lebih tertib, berkualitas, dan berkelanjutan. Pengembangan dan diversifikasi produk gula aren dilakukan dengan memperhatikan pemanfaatan sumber daya lokal secara bijak, serta didukung oleh pendampingan standar produksi dan uji laboratorium untuk memastikan keamanan dan tanggung jawab produk bagi konsumen. - SDGs 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Pelaksanaan program selaras dengan SDGs 17 yang menekankan pentingnya kemitraan multipihak. Program dijalankan melalui kolaborasi antara PT Samudera Indonesia, koperasi masyarakat, mitra pelaksana, serta pemerintah daerah. Sinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM memperkuat aspek legalitas dan tata kelola kelembagaan, sekaligus memperluas dampak dan keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Bersama Menguatkan Potensi Lokal untuk Masa Depan Berkelanjutan

Sumber: Filantra
Program Kampung Bina Samudera Cisewu merupakan hasil kolaborasi dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan koperasi, pengembangan usaha gula aren, serta sinergi dengan pemangku kepentingan lokal, program ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Ke depan, perluasan dampak sosial membutuhkan kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Filantra membuka peluang kolaborasi bagi perusahaan dan mitra strategis untuk bersama-sama mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan ekonomi lokal.

